Senin, 14 November 2016

4: Allah swt mengatur segala urusan: Tenangkan hatimu dari urusan kehendak karena apa yang diatur oleh selainmu Tentang urusan dirimu, tidak perlu engkau campur tangan. Kitab AlHikam Ibn 'Ata Allah al-Iskandari

Minggu, 13 November 2016

Tentang semir Rambut

Tanya Jawab Islam Fatwa Ulama: Larangan Semir Rambut Hitam Berlaku Untuk Siapa Saja? Fatwa Syaikh Abdurrahman bin Umar Mar’i Al-‘Adeny Soal: Rasulullah telah melarang dari bersemir dengan warna hitam. Apakah hukum tersebut umum, berlaku bagi remaja, orang tua ,dan perempuan ? Jawab: Iya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bersemir dengan warna hitam. Pada hari penaklukan Makkah, Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu’anhu datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih seperti pohon tsaghamah (pohon yang daun dan buahnya putih, artinya beliau telah beruban -pent). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam” [HR. Muslim] Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam juga telah mengabarkan bahwa pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. (Atau sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam) [Mungkin yang Syaikh maksud di sini adalah hadist : يكون قوم في آخر الزمان يخضبون بهذا السواد ، كحوا صل الحمام ، لا يجدون رائحة الجنة “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Dawud dan selainnya, dishahihkan oleh al-Albani) ] Hukum larangan menyemir dengan warna hitam ini umum, berlaku bagi remaja, orang tua, dan perempuan. Beranda

"Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan menjaga kita serta mencukupi segala kebutuhan kita betapa banyak orang yang tidak tercukupi kebutuhannya dan tidak punya tempat tinggal. (HR. Muslim)"- Kata Mutiara Islami -
7: Pengertian janji Allah swt: Jangan sampai meragukan kamu terhadap janji allah karena tidak Terlaksana apa yang telah dijanjikan, meskipun telah tertentu (tiba) Masanya, supaya keraguan itu tidak merusakkan mata hati kamu dan tidak Memadamkan cahaya sir (rahasia atau batin) kamu. Kitab AlHikam Ibn 'Ata Allah al-Iskandari
8: Jalan memperolehi makrifat: Apabila tuhan membukakan bagimu jalan untuk makrifat, maka jangan Hiraukan tentang amalmu yang masih sedikit karena allah s.w.t tidak Membuka jalan tadi melainkan dia berkehendak memperkenalkan diri-nya Kepada kamu. Kitab AlHikam Ibn 'Ata Allah al-Iskandari
6: Pengertian doa: Janganlah karena kelambatan masa pemberian tuhan kepada kamu, padahal Kamu telah bersungguh-sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa, sebab Allah menjamin untuk menerima semua doa, menurut apa yang dipilih-nya Untuk kamu, tidak menurut kehendak kamu, dan pada waktu yang ditentukannya, Tidak pada waktu yang kamu tentukan. Kitab AlHikam Ibn 'Ata Allah al-Iskandari
6: Pengertian doa: Janganlah karena kelambatan masa pemberian tuhan kepada kamu, padahal Kamu telah bersungguh-sungguh berdoa, membuat kamu berputus asa, sebab Allah menjamin untuk menerima semua doa, menurut apa yang dipilih-nya Untuk kamu, tidak menurut kehendak kamu, dan pada waktu yang ditentukannya, Tidak pada waktu yang kamu tentukan. Kitab AlHikam Ibn 'Ata Allah al-Iskandari